Senin, 20 Juni 2016

Zona Madina Challenge

Hallo readers, apa kabar dibulan ramadhan ini? Masih tetep semangat kan menjadi pengusaha tangguh bermental baja? Harus dong ya. Nah sekarang saya akan berbagi pengalaman yang sangat seru dan menarik tentunya dari kegiatan Zona Madina Challenge yang telah saya lakukan bersama teman-teman kelompok kampus pada tanggal 21 september 2015 yang lalu. Apa itu Zona Madina Challenge? Ini adalah sebuah kegiatan berupa kompetisi atau tantangan yang diberikan oleh Kampus dengan berjualan secara kelompok dari kampus yang berada di daerah warung buncit Pejaten menuju Komplek Zona Madina yang berada di daerah Parung Bogor. 
Seperti biasa setelah masuk kampus pukul 09.00 WIB, sebelum memulai perkuliahan terlebih dahulu bersama-sama membaca surah Ar Rahman guna untuk menjaga kesejukan hati dan menambah limpahan reeki yang Allah berikan. Setelah selesai membaca surah Ar Rahman, Mr Go dan Miss Ly selaku dosen secara bergantian memberikan penjelasan tentang aturan main dan tata cara pada Kompetisi Zona Madina yang akan dilakukan hari ini. Pada kompetisi kali ini akan di bentuk kelompok-kelompok yang terdiri atas 6 orang setiap kelompoknya.
Untuk peraturan yang sudah dijelaskan oleh Miss Ly yaitu setiap kelompok akan diberikan bekal 2 dus air mineral bentuk gelas bermerk Vit dan tambahan satu bungkus plastik kresek putih besar. Kompetisi dimulai sejak pukul 10.00 WIB dimana kami diberangkatkan dan sudah boleh berjualan dari kampus. Kemudian kami sudah harus sampai di Zona Madina Parung Bogor maksimal pukul 14.00 WIB. Sebelumnya semua dompet serta atribut lainnya  tidak diperbolehkan untuk dibawa. Hanya bekal yang diberikan oleh pihak kampus yang diperbolehkan untuk dibawa yaitu kartu identitas seperti KTP dan KTM saja, serta setiap kelompok dibekali 1 handphone untuk berjaga-jaga dan itu hanya untuk memberi kabar kepada kampus saat itu posisi kami dimana.

Selama berjualan kami dibolehkan menggunakan cara apapun asalkan tidak membawa embel-embel nama Dompet Dhuafa atau mengatasnamakan sedekah. Kami dituntut untuk mendapat profit sebanyak-banyaknya , namun juga harus mengembalikan HPP (Harga Pokok Penjualan) dari air mineral yang kami bawa dari kampus seharga 20 ribu per dus nya dikali 2 dus menjadi 40 ribu, kemudian ditambah 1 pak plastik kresek putih besar seharga 14 ribu maka jumlah HPP yang harus kami kembalikan ke kampus adalah 54 ribu. Sisanya kami harus mengumpulkan profit untuk transport ke Zona Madina sana.


Setelah berunding dengan kelompok untuk mengatur strategi bagaimana cara nya agar bisa sampai disana tepat waktu dan menghasilkan profit yang banyak. Kami memulai kompetisi ini dengan terlebih berdoa dan bersedekah dengan air mineral yang kami bawa kepada para pekerja pembersih jalan. Dari itu kami mengambil pelajaran jika urusan kita ingin dimudahkan oleh Allah maka berbuat baik baiklah terhadap orang lain terlebih dulu seperti yang dilakukan oleh para Zakatnesia Dompet Dhuafa. Yaitu membersihkan harta nya dengan berzakat. Setelah melakukan perjuangan dengan cara-cara seperti berjualan air diperempatan lampu merah, mencoba untuk bernegosiasi kerumah orang, membantu orang sekitar, namun kami belum mendapatkan hasil yang ditargetkan. Saat itu waktu sudah menunujkkan pukul 12.00 memasuki waktu dzuhur.

Setelah solat dzuhur kami mencoba tak tik gerilya yaitu mendtangi kerumunan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang menunggu anak atau cucu mereka yang bersekolah di TK, baru saja kami ingin menawarkan air dagangan kami air minum salah seorang dari mereka nyeletuk "kamu lagi kamu lagi" tadi sudah ada temanmu yang kemari. Kami pun teus berjuang dan mencoba tak tik lain dan satu keyakinan kami harus sampai ke Zona Madina bersama-sama.Dari situ kami belajar ditempa dengan penolakan-penolakan saat kami berjualan dan itu membuat mental kami semakin kuat untuk menjadi pengusaha yang tangguh. 
Kami menjual air minum tidak sekedar hanya menjual tapi juga menambahkan value adding agar orang bisa membeli dengan harga yang lebih tinggi. Seperak demi seperak kami mengumpulkan uang agar bisa pergi ke Parung Sana, alhamdulillah setelah berjam-jam berpanasan dijalan dan mengetuk pintu rumah satu persatu akhirnya uang sudah terkumpul dan cukup untuk bisa sampai kesana, waktu terus berjalan dan kami bernegosiasi dengan bapak angkot agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan akhirnya negosiasi diterima.
setelah 1 jam lewat akhirnya kami tiba di Zona Madina Parung, alhamdulillah sesuatu yang luar biasa bagi kami. sesampainya disana kami berkunjung ke sekolah Smart Excellensia dan Rumah Sehat Terpadu milik Dompet Dhuafa.
Itulah pengalaman yang mengajarkan bahwa hidup perlu perjuangan dan kemauan untuk menjalaninya. Pada kesempatan Ramadhan ini mari banyak berbuat kebaikan sekecil apapun itu. We share because we love and care.

Jakarta, 16 Ramadhan 1437 H.








        
         
       

Learning Is Never Ending Process

Kebanyakan anak-anak kelas 12 atau yang sedang duduk dibangku Sekolah Menengah Atas tingkat akhir, biasanya akan kebingungan mencari atau melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya. Bagaimana tidak, persaingan didunia akademik saat ini sudah cukup ketat untuk bisa menduduki bangku Universitas Negeri. Bagi sebagian orang yang mampu membayar kuliah dengan uang sendiri itu tidak menjadi masalah, namun untuk anak-anak yang kurang mampu namun mempunyai prestasi atau semangat etos yang tinggi harus gigit jari karena mahalnya biaya pendidikan saat ini.
Saya sebagai salah satu penerima manfaat dari Dompet Dhuafa melalui program Pendidikan ingin berbagi tulisan mengenai "Beasiswa itu Mudah"

Saat saya ditingkat akhir bangku sekolah SMA saya pun merasa bingung untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya, satu dan lain hal karena masalah ekonomi. Namun saya tidak mau berdiam diri begitu saja menerima nasib dengan pasrah, saya yakin Allah akan memberi jalan bagi siapa saja yang mau berusaha. Keyakinan itu yang membuat saya mantap bisa mengenyam bangku pendidikan yang lebih tinggi, di daerah asal saya kota Batang yang terpencil, bisa kuliah adalah hal yang luar biasa dan saya ingin membuktikannya agar bisa kembali ke daerah dan berbagi hal di tanah kelahiran saya.

Pada tahun 2015 bulan April tepatnya, saya mengikuti sebuah seleksi beasiswa dari Kampus Umar Usman yang dana nya berasal dari Dompet Dhuafa, saat itu saya bersama teman-teman dari beberapa kota di Indonesia mengikuti seleksi tersebut. Besar harapan saya agar bisa diterima di kampus tersebut, dengan melihat rival-rival adalah lulusan dari Perguruan Tinggi lain saya merasa lebih tertantang. Itulah semangat saya untuk bisa menjadi lebih baik lagi.
Setelah melalui 3 tahap seleksi yang cukup ketat, Alhamdulillah saya dinyatakan "Lolos" oleh pihak kampus dan itu artinya saya bisa kuliah di Kampus Bisnis tersebut dengan beasiswa pendidikan Full selama kuliah.

Kampus Bisnis Umar Usman oleh sebagian orang menjadi kampus idaman untuk bisa kuliah ditempat tersebut, namun untuk waktu kuliah yang hanya 1 tahun atau setara D1 dengan biaya kuliah 29 juta itu menjadi sesuatu yang luar biasa. Saya sangat bersyukur bisa diterima mendapat beasiswa dari Kampus Umar Usman bersama 9 orang lainnya yang merupakan alokasi dana zakat dari donatur-donatur yang mulia. Semoga dengan beasiswa ini bisa menjadikan ladang dakwah bagi saya untuk masyarakat sekitar.

Kunci sebuah kesuksesan salah satu nya adalah percaya diri. Ya, dan itu modal saya untuk bisa mendapatkan beasiswa ini. Saat wawancara dengan pihak penguji saya merasa PD dan itu menjadi nilai plus untuk bisa mendapatkan beasiswa. Bekal yang harus dipunyai saat ingin mendapatkan beasiswa antara lain adalah mempunyai skill atau ketrampilan khusus sperti membaca quran dengan baik, bisa public speaking, jago design grafis dan apapun itu keahlian kalian akan membuat juri menambahkan poin daripada hanya sekedar nilai ijazah yang bagus.

Setelah merasakan kebermanfaatan beasiswa dari para Zakatnesia Dompet Dhuafa saya mulai membuka bisnis untuk bisa mandiri dan memberdayakan sumber daya yang ada. Saya yakin melalui usaha atau bisnis yang saya jalankan bisa menjadi agent of change untuk masyarakat sekitar. Didikan yang diberikan oleh kampus membuat mata hati saya terbuka untuk bisa berbuat menebar kebaikan sebanyak-banyak nya. Khoirukum anfa'ahum linnas "sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk manusia lainnya". Dan itu menjadi keyakinan yang kuat bagi saya untuk bisa memberi dan bermanfaat. Jika saat ini saya belum bisa berbagi dengan harta maka yang bisa dilakukan saat ini adalah berbagi dengan ilmu, tenaga dan juga waktu yang saya punya.

Syukur alhamdulillah saya panjatkan doa untuk para donatur-donatur Dompet Dhuafa yang telah berkenan menyumbangkan harta nya melalui lembaga ini, Insha Allah dana yang terkumpul akan disalurkan oleh Dompet Dhuafa sesuai porsi dan kebutuhan yang ada. Jika suatu kebaikan diorganisir dengan profesional maka hasilnya akan menjadi berkali-kali lipat dari apa yang terlihat.

Jakarta 16 Ramadhan 1437 H