Hallo readers, apa kabar dibulan ramadhan ini? Masih tetep semangat kan menjadi pengusaha tangguh bermental baja? Harus dong ya. Nah sekarang saya akan berbagi pengalaman yang sangat seru dan menarik tentunya dari kegiatan Zona Madina Challenge yang telah saya lakukan bersama teman-teman kelompok kampus pada tanggal 21 september 2015 yang lalu. Apa itu Zona Madina Challenge? Ini adalah sebuah kegiatan berupa kompetisi atau tantangan yang diberikan oleh Kampus dengan berjualan secara kelompok dari kampus yang berada di daerah warung buncit Pejaten menuju Komplek Zona Madina yang berada di daerah Parung Bogor.
Seperti biasa setelah masuk kampus pukul 09.00 WIB, sebelum memulai perkuliahan terlebih dahulu bersama-sama membaca surah Ar Rahman guna untuk menjaga kesejukan hati dan menambah limpahan reeki yang Allah berikan. Setelah selesai membaca surah Ar Rahman, Mr Go dan Miss Ly selaku dosen secara bergantian memberikan penjelasan tentang aturan main dan tata cara pada Kompetisi Zona Madina yang akan dilakukan hari ini. Pada kompetisi kali ini akan di bentuk kelompok-kelompok yang terdiri atas 6 orang setiap kelompoknya.
Untuk peraturan yang sudah dijelaskan oleh Miss Ly yaitu setiap kelompok akan diberikan bekal 2 dus air mineral bentuk gelas bermerk Vit dan tambahan satu bungkus plastik kresek putih besar. Kompetisi dimulai sejak pukul 10.00 WIB dimana kami diberangkatkan dan sudah boleh berjualan dari kampus. Kemudian kami sudah harus sampai di Zona Madina Parung Bogor maksimal pukul 14.00 WIB. Sebelumnya semua dompet serta atribut lainnya tidak diperbolehkan untuk dibawa. Hanya bekal yang diberikan oleh pihak kampus yang diperbolehkan untuk dibawa yaitu kartu identitas seperti KTP dan KTM saja, serta setiap kelompok dibekali 1 handphone untuk berjaga-jaga dan itu hanya untuk memberi kabar kepada kampus saat itu posisi kami dimana.
Selama berjualan kami dibolehkan menggunakan cara apapun asalkan tidak membawa embel-embel nama Dompet Dhuafa atau mengatasnamakan sedekah. Kami dituntut untuk mendapat profit sebanyak-banyaknya , namun juga harus mengembalikan HPP (Harga Pokok Penjualan) dari air mineral yang kami bawa dari kampus seharga 20 ribu per dus nya dikali 2 dus menjadi 40 ribu, kemudian ditambah 1 pak plastik kresek putih besar seharga 14 ribu maka jumlah HPP yang harus kami kembalikan ke kampus adalah 54 ribu. Sisanya kami harus mengumpulkan profit untuk transport ke Zona Madina sana.
Setelah berunding dengan kelompok untuk mengatur strategi bagaimana cara nya agar bisa sampai disana tepat waktu dan menghasilkan profit yang banyak. Kami memulai kompetisi ini dengan terlebih berdoa dan bersedekah dengan air mineral yang kami bawa kepada para pekerja pembersih jalan. Dari itu kami mengambil pelajaran jika urusan kita ingin dimudahkan oleh Allah maka berbuat baik baiklah terhadap orang lain terlebih dulu seperti yang dilakukan oleh para Zakatnesia Dompet Dhuafa. Yaitu membersihkan harta nya dengan berzakat. Setelah melakukan perjuangan dengan cara-cara seperti berjualan air diperempatan lampu merah, mencoba untuk bernegosiasi kerumah orang, membantu orang sekitar, namun kami belum mendapatkan hasil yang ditargetkan. Saat itu waktu sudah menunujkkan pukul 12.00 memasuki waktu dzuhur.
Setelah solat dzuhur kami mencoba tak tik gerilya yaitu mendtangi kerumunan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang menunggu anak atau cucu mereka yang bersekolah di TK, baru saja kami ingin menawarkan air dagangan kami air minum salah seorang dari mereka nyeletuk "kamu lagi kamu lagi" tadi sudah ada temanmu yang kemari. Kami pun teus berjuang dan mencoba tak tik lain dan satu keyakinan kami harus sampai ke Zona Madina bersama-sama.Dari situ kami belajar ditempa dengan penolakan-penolakan saat kami berjualan dan itu membuat mental kami semakin kuat untuk menjadi pengusaha yang tangguh.
Kami menjual air minum tidak sekedar hanya menjual tapi juga menambahkan value adding agar orang bisa membeli dengan harga yang lebih tinggi. Seperak demi seperak kami mengumpulkan uang agar bisa pergi ke Parung Sana, alhamdulillah setelah berjam-jam berpanasan dijalan dan mengetuk pintu rumah satu persatu akhirnya uang sudah terkumpul dan cukup untuk bisa sampai kesana, waktu terus berjalan dan kami bernegosiasi dengan bapak angkot agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan akhirnya negosiasi diterima.
setelah 1 jam lewat akhirnya kami tiba di Zona Madina Parung, alhamdulillah sesuatu yang luar biasa bagi kami. sesampainya disana kami berkunjung ke sekolah Smart Excellensia dan Rumah Sehat Terpadu milik Dompet Dhuafa.
Itulah pengalaman yang mengajarkan bahwa hidup perlu perjuangan dan kemauan untuk menjalaninya. Pada kesempatan Ramadhan ini mari banyak berbuat kebaikan sekecil apapun itu. We share because we love and care.
Jakarta, 16 Ramadhan 1437 H.

